BANGKA – Keberhasilan dalam pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 yang dilakukan oleh Kodim 0413/Bangka di Desa Deniang tidak hanya bergantung pada aspek pembangunan fisik, melainkan juga pada kualitas komunikasi antar Babinsa dan komunitas lokal. Keterhubungan yang erat ini menjadi dasar yang penting agar berbagai program berjalan sesuai dengan keinginan masyarakat setempat.
Serda Erwin, Babinsa dari Desa Deniang, secara teratur melaksanakan dialog langsung dengan warga. Ia mengunjungi berbagai lokasi, mulai dari permukiman hingga tempat di mana nelayan beraktivitas, untuk lebih mendalami aspirasi dan permasalahan yang ada di masyarakat.
Melalui interaksi yang dilakukan, beberapa masalah diidentifikasi seperti kebutuhan akan perbaikan infrastruktur jalan, penyediaan sarana ibadah yang memadai, serta akses terhadap air bersih untuk masyarakat pesisir. Komunikasi ini menjadi jembatan bagi pengumpulan masukan yang berharga.
“Setiap kali saya berinteraksi dengan warga, saya selalu berusaha memahami apa yang mereka perlukan. Semua masukan ini kami dokumentasikan agar bisa dijadikan acuan dalam pengerjaan TMMD,” kata Serda Erwin. Aspirasi yang dihimpun kemudian akan dikoordinasikan dengan pihak pemerintah desa dan dinas terkait untuk menentukan prioritas dalam pelaksanaan kegiatan TMMD ke-129.
Dansatgas TMMD ke-129, Letkol CZI Yoga Febrianto, menekankan pentingnya peran Babinsa sebagai penghubung antara masyarakat dan TNI. Ia percaya bahwa melalui komunikasi yang efektif, program pembangunan dapat dilaksanakan dengan lebih efisien dan sesuai target yang diharapkan.
Dengan pendekatan humanis yang diterapkan, TMMD tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga berupaya menciptakan kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran TNI sebagai mitra strategis dalam upaya membangun desa.




